“Kalau kita Hidup dengan perilaku Jujur, menjauhkan diri dari mendapatkan Penghasilan dengan cara yang gak Jelas, Bermain mata dengan Vendor, Supplier dan sejenisnya masa iya hidup kita bakalan jadi Susah dan menderita..Gak Mungkin banget…Yang Suruh Hidup jujur kan Allah, Masa kita ikuti perintah Allah terus malah hidup kita jadi susah..Betul tidak ? Kalau kita Ragu artinya Kita gak Yakin dengan janji Allah SWT” (Dengan logat Khas Aa Gym…hehehe)…. Inilah kata – kata Aa Gym sudah lama sekali saya dengar dari salah satu  ceramahnya Aa Gym tetapi sampai dengan detik ini selalu teringat begitu kuat…sangat kuat bahkan.

Kalimat Aa Gym tersebut diatas jadi hadir lagi begitu kuat di ingatan saya pagi ini karena terpicu oleh datangnya sahabat lama saya yang dulu merupakan salah satu mitra terbaik saya saat saya masih aktif menjalankan CNI sekitar 1 Dekade yang lalu. Sebenarnya kisah ini berawal saat dua minggu lalu saya mengganti foto profil saya di BBM dan dia menyapa saya sampai akhirnya kami bersepakat untuk kopi darat  di Jakarta sepulang aktivitas training saya ke Surabaya dan semarang. Singkat cerita….maaf saya singkat ya, karena kalau prosesnya saya ceritakan juga jadi kepanjangan gak penting nanti….hehehehe..kembali ke Laptop…kami sepakat untuk bertemu minggu pagi ini jam 10, sahabat saya ini akan datang ke rumah saya.

Di hari minggu ini sesuai yang sudah saya dan sahabat saya janjikan maka sayapun sangat menantikan kehadiran sahabat saya ini, oh ya belum saya kasih tahu ya namanya..namanya Abdul Kadir Rifai dan nama akrabnya Dade….kenapa saya sangat menantikan ?.. jawabannya adalah karena kami sudah lama gak bertemu…mungkin terakhir sekitar 3 – 4 tahun yang lalu…selebihnya hanya komunikasi melalui social media..FB, BBM dan WA…Dan ketika waktu menunjukan jam 10 pagi disaat itu juga  ada salam dari arah luar rumah saya dan benar saja…Sahabatku itu datang….Langsung saya panggil keluarga untuk ikut menyambut ….Keluarga sayapun sangat mengenal baik beliau ini…Sahabatku ini juga yang merupakan salah satu saksi bagaimana Perjalan karir saya 15 tahun terakhir ini….#Peluk Bang Dade

Setelah melepas kangen, mulailah kami memasuki topik obrolan yang lebih serius, Dia berkisah bahwa ini masuk tahun kelimanya bekerja di Perusahaan Thailand yang mem-produksi gorong – gorong untuk projek pembuatan jalan dan sejenisnya. Saat ini Dia bekerja sebagai kolektor untuk penagihan Hutang yang masuk kategori Bad Debt dan yang keren dan menarik untuk saya dia berkisah bagaimana dia mulai bekerja sebagai Debt Collector….Mulai dari diminta tandem dengan Seniornya untuk melakukan kunjungan dan sekaligus belajar bagaimana cara kerja seorang debt collector….Ehhhh Alih – alih belajar dia berkata yang ada dia seringakali menemukan kejanggalan yang sebetulnya juga gak aneh – aneh amat karena sudah menjadi rahasia umum..hehehe adalah saat dia melihat bagaimana si pemilik hutang memberikan uang rokok sebesar Rp. 50 – 100 ribu kepada seniornya dan minggu depan atau dua minggu lagi dia akan kembali lagi ke rumah atau kantor si pemilik hutang yang sama dan lagi – lagi dikasih sejumah uang yang sama…entah sampai polanya berulang seperti itu dan disitu sama sekali tidak ada negosiasi untuk pembayaran hutang dengan debitur tersebut.

Yang membuat saya salut dengan sahabat saya ini dari dulu sampai sekarang… Alhamdulillah, dia sama sekali gak pernah terpikir untuk mengikuti pola dijalankan oleh senior –seniornya tersebut….bahkan dia berkata dirinya sudah komitmen untuk melakukan pekerjaan  dengan dengan cara yang berbeda yang jujur..apa adanya dan sesuai atauran…walaupun itu minoritas dan banyak gak disukai rekan – rekannya…Yes itu gak mudah lohh…disaat kebenaran itu mudah menjadi relative hanya karena itu dilakukan banyak orang maka dianggap itu bener…hanya karena itu perintah atasan padahal jelas – jelas salah maka dianggap jadi benar…Tuhan kita bukan lagi Allah tapi Perusahaan tempat kitabekerja, Tuhan kita atasan kita, Tuhan Kita Lingkungan kita…..haduuhhh bener -bener pertemuan satu jam yang membuat saya jadi banyak merenung dan diingatkan oleh sahabatku yang keren ini… Makasih banget ya Bro Dade.

Satu kisah lagi yang sangat berkesan adalah saat dia mendatangi debitur ke kantornya dan dengan terang – terangan sang Owner mengeluarkan Uang Rp. 20 Juta dan mengatakan “Uang ini untuk Pak Dade ya”… tentu saja sang debitur berharap bahwa dengan memberikan uang tersebut maka sahabat saya ini akan membuat laporan palsu ke perusahaannya yang berakhir pada keputusan bahwa Hutang dari Bapak tersebut dianggap selesai, clean dan bebaslah Bapak Tersebut….Apa yang dilakukan sahabat saya ?   bener  – bener diluar dugaan saya…… Dia terima uang tersebut lalu dia bawa ke kantor dan dia serahkan ke bagian finance dan minta dibuatkan tanda terima dan besoknya dia kembali lagi ke kantor sang Debitur tersebut untuk menyerahkan tanda terimanya yang tentu saja membuat Bapak tersebut terhenyak dan kaget bukan kepalang… Dahsyat….Keren Banget perilaku ini….Cerdas Banget

Tentu saja dengan Keras keras yang luar biasa dan Jujur…lempeng apa adanya gak neko – neko akhirnya Sahabat saya ini memiliki presetasi kerja yang sangat baik sebagai debt collector…tentu saja tolak ukurnya adalah kemampuannya untuk membuat uang masuk dari hutang yang berstatus Bad Debt. Dari menjadi menjadi baiknya orang – orang yang sebelunya merasa terganggu dengan jujurnya dia…ada ya orang yang terganggu karena kejujuran seseorang…heheheh…Itupun dia syukuri sebagai  Prestasinya yang menggembirakan.

Akhirnya menjelang akhir perbincangan kami, saya bertanya..apa sih kunci sukses sahabatku ini di pekerjaannya sekarang ini…Dia katakan “Pekerjaan yang sudah halal ini janganlah dirusak dengan cara kerja yang gak jujur…nyatut uang perusahaan dan sejenisnya” dan dia juga berkata “Dia gak takut dianggap berbeda karena gak mengikuti mainstream yang ada”….dan Dia mengatakan selalu menggunakan pendekatan persuasif dalam melakukan penagihan tesebut bahkan dia tidak sungkan untuk membantu Sang Debitur selama sesuai prosedur resmi untuk mendapatkan pembebasan hutang atau diskon besar selama debitur tersebut bisa membuktikan kondisinya saat ini ataupun adanya itikad baik dari debitur tersebut

Saya jadi merenung dan teringat bahwa cukup sering ada penjual yang punya keyakinan dan pembenaran dengan mengatakan bahwa wajarlah kalau jualan kita bohong – bohong dikit….kalau gak gitu mana laku…atau dengan kata lain…kalau kita berprofesi sebagai penjual wajarlah bohong..kan supaya laku…hadehhhh jadi serem sendiri…walaupun tidak sedikit juga penjual yang sangat meneladani kejujuran dalam berjualan dan tetep laku juga jualannya dan punya Prinsip “Kalau udah Rezeki kita gak bakal kemana..gak perlu pakai bohong – bohong dikit apalagi banyak…yang perlu adalah Kerja keras dan Berdoa…selesai.

Pertemuan satu jam bersama sahabatku ini bener benar mengingatkan saya pribadi bahwa Zaman kapanpun, Pekerjaan apapun Kejujuran itu Mutlak agar Penghasilan yang kita bawa pulang untuk keluarga kita menjadi Rezeki yang Berkah… Aminnn…. Terima kasih banyak Bro Dade untuk kisah nyatanya yang luar Biasa dalem… Semoga Allah SWT Senantiasa melindungi dan memudahkan Rezekimu Sahabatku Dade…. Aminn Ya Rabbal Allamin

Salam Sukses Mulia

Adriano Giovani (@AdrianoGiovani / 081584773870)

Sales Trainer and Coach